Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB University mengirimkan perwakilan mahasiswa terpilih mengikuti International Summer Short-Term Program 2025 (ISSP 2025), yang diselenggarakan di Central Luzon State University (CLSU) – Philipine. Kegiatan diprakarsai oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) – Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA), berkolaborasi dengan University Consortium (UC) dan CLSU.
Mahasiswa pascasarjana (SPs) IPB University tersebut adalah Fetty Dwi Rahmayanti dan Diyah Novita Kurnianti; berasal dari Program Studi Doktor Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL). Kegiatan berlangsung dari tanggal 16 hingga 30 November 2025, diselenggarakan di Central Luzon State University (CLSU), Nueva Ejica, Philipine.
Program dua minggu ini fokus utama pada isu Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Tengah Perubahan Iklim. Berbagai materi diberikan, mulai dari pemanfaatan bioteknologi untuk ketahanan pangan, hingga strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian. Program dibagi menjadi 3 (tiga) track atau kelas yaitu: Track A – Sustainable Crop Biotechnology; Track B – Sustainable Tropical Muchroom Farming; dan Track C – Precision and Digital Agriculture. Fetty dan Novita mengikuti program di Track C, sesuai dengan fokus dan konsentrasi yang sedang diteliti di IPB.
Materi di Track C adalah tentang pengembangan (development) Internet of Things yang mendukung sistem pertanian berkelanjutan, seperti pengembangan robot dan sensor untuk pengukuran soil moisture dan Ph tanah. Selain itu juga diberikan materi tentang pemanfaatan data spasial penginderaan jauh menggunakan unmanned aerial vehicle (UAV) berupa drone, dari akuisisi hingga pengolahan data. Data spasial penginderaan jauh ini digunakan untuk kebutuhan agriculture land monitoring.
Di sela-sela short course, juga dilakukukan kunjungan ke beberapa tempat penelitian sistem pertanian seperti Philippine Rice Research Institute (Philrice) yaitu research centre pengembangan teknologi dan inovasi produksi beras, dan Phillipine Carabao Centre (PCC) yaitu research centre inovasi industri bioteknologi hewan kerbau berkelanjutan. Keduanya merupakan research centre yang berada di bawah Department of Agriculture. Kunjungan lainnya adalah studi industri pengolahan air berbasis Smart Water Management (SWM) untuk kebutuhan irigasi terluas Luzon.
Program ISSP 5 Tahun 2025 ini, tidak hanya belajar materi ilmiah, tetapi juga membangun jaringan profesional yang penting. Berinteraksi dengan mahasiswa dan akademisi dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam dan Filipina memberikan insight budaya dan pola pikir yang berbeda dalam menyikapi tantangan lingkungan yang serupa di wilayah Asia Tenggara. Sebagai tim perwakilan IPB, Fetty dan Novita bekerja sama secara solid untuk mempresentasikan studi kasus dari Indonesia, mengasah kemampuan komunikasi, dan tentu saja, menguatkan rasa bangga sebagai mahasiswa IPB di kancah internasional. Dengan program ini, diharapkan peluang kerjasama penelitian di bidang sustainable agriculture Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara akan semakin terbuka.