
Program Studi Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) kembali menyelenggarakan seri ketujuh dari Research and Collaboration for Science Talks (ReCENTs#7) pada Jumat, 6 Maret 2026. Tema yang diangkat adalah Precision Dairy Farming for Climate-Smart Production: Reducing Heat Stress and Methane Emissions through Data-Driven Management. Kegiatan ini merupakan ruang berbagi pengetahuan pemanfaatan teknologi peternakan presisi untuk mendukung sistem produksi ternak perah yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Webinar menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Chaidate Inchaisri sebagai narasumber. Beliau merupakan Associate Professor pada Faculty of Veterinary Science, Chulalongkorn University, Thailand. Bertindak sebagai moderator ialah Sekretaris Program Studi Doktor PSL, Dr.drh. Ardilasunu Wicaksono. Adapun Ketua Program Studi Doktor PSL, Prof. Dr. Lina Karlinasari membuka kegiatan ini. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 50 orang peserta.


Senovate IoT Ecosystem adalah Solusi
Prof. Chaidate menjelaskan bahwa tantangan utama produksi ternak perah saat ini tidak hanya terkait produktivitas, tetapi juga dampak perubahan iklim. Heat stress dan peningkatan emisi gas rumah kaca, khususnya metana, menjadi isu penting yang perlu ditangani melalui pendekatan manajemen berbasis data dan teknologi pemantauan yang terintegrasi. Lebih lanjut, dijelaskan penerapan sistem berbasis sensor untuk memantau aktivitas ternak, kondisi lingkungan, dan emisi secara real time. Teknologi tersebut mencakup sensor pergerakan, pemantauan suhu dan kelembapan, sensor gas, sistem peringatan dini, penyimpanan data berbasis cloud, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial. Teknologi dikembangkan untuk mengetahui status kesehatan ternak dan dampak lingkungan secara lebih cepat dan akurat. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan tindakan segera dalam pengelolaan ternak perah.
Paparan juga menampilkan perkembangan teknologi Pemantauan Lingkungan dengan Senovate AI Standard Digital Technology di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bidang peternakan berorientasi pada peningkatan produktivitas, penguatan keberlanjutan, kesejahteraan hewan, dan riset yang berdampak.
Melalui webinar ini, Prodi Doktor IPB ingin menyampaikan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan inovasi berbasis data. Hal ini untuk menjawab tantangan baik pada sektor perternakan maupun pertanian. Precision dairy farming diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mendukung produksi susu yang lebih cerdas iklim, ramah lingkungan, dan berdaya saing di masa depan.
