Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana IPB University dilaksanakan pada 23 Desember 2025. Bertempat di Kampus IPB Dramaga Bogor, Novriyanti berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji. Tim Komisi Pembimbing terdiri dari Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori, M.Sc (Ketua), Prof. Dr. Ir. Burhanuddin Masy’ud, M.S (anggota) dan Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, M.Sc.F.Trop (anggota). Sidang turut menghadirkan penguji luar Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Agr.Sc (Kementerian Kehutanan) dan Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop (IPB University).
Promovenda mempertahankan disertasinya yang berjudul “Tata Kelola Konservasi Trenggiling Sunda (Manis javanica, Desmarest 1822) di Lanskap Bukit Barisan Selatan”. Disertasi ini mengkaji pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di tengah tekanan pembangunan dan perubahan penggunaan lahan. Dalam hal ini, Trenggiling Sunda mamalia nokturnal yang berstatus Critically Endangered menjadi subjek penelitian. Persoalan tata kelola dalam sistem sosial–ekologis yang kompleks merupakan hambatan utama dalam konservasinya.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan dirancang secara integratif dengan memadukan analisis ekologis, sosial, dan kelembagaan. Penelitian menunjukkan sekitar 70% habitat trenggiling berada di kawasan konservasi, sementara sisanya tersebar di hutan lindung, hutan produksi, dan areal kelola masyarakat. Pengetahuan lokal melengkapi data ekologis, sehingga diperlukan sinergi antara kawasan formal dan ruang kelola lokal. Faktor kunci konservasi mencakup aspek ekologi, sosial, ekonomi, dan kebijakan, dengan kepastian hak kelola dan insentif sebagai pengungkit utama. Konsep areal preservasi dalam UU No. 32 Tahun 2024 menjadi peluang untuk mendorong konservasi berbasis lanskap melalui kolaborasi multipihak dan pengembangan riset lanjutan.
Melalui penelitiannya, mahasiswi Program Doktor PSL angkatan 2022 memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sumberdaya alam yang adaptif dan berbasis ilmiah. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi perencanaan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 15 (ekosistem daratan) dan poin 16 (perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh).



