Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana IPB University dilaksanakan 9 Desember 2025 di Kampus IPB Dramaga, Bogor. Yulizar Ihrami Rahmila, mahasiswi Program Doktor PSL angkatan 2022, berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji. Tim Komisi Pembimbing terdiri dari Prof. Dr. Ir. Lilik Budi Prasetyo, M.Sc. (Ketua), Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, M.S. (anggota), dan Suyadi, Ph.D (anggota). Sidang turut menghadirkan penguji luar Dr. Yudi Setiawan, S.P., M.Env.Sc. dan Dr. Muhammad Ilman.
Disertasi yang dipertahankan berjudul “Pengembangan Indeks Kesehatan Ekosistem Mangrove pada Skala Lanskap dan Tapak di Tipe Ekosistem Mangrove Laguna”. Tema ini sangat relevan dengan kebutuhan pemantauan ekosistem pesisir Indonesia. Mangrove memiliki peran penting bagi perlindungan pantai, penyimpanan karbon biru, dan penopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, kondisi banyak kawasan mangrove terus menurun. Tekanan konversi lahan, sedimentasi, dan aktivitas manusia memicu degradasi di berbagai wilayah, termasuk Laguna Segara Anakan, Cilacap. Kawasan ini mengalami tekanan antropogenik dan sedimentasi tinggi yang mengganggu fungsi ekologisnya.
Penelitian dengan mengembangkan Mangrove Ecosystem Health Index
Penelitian ini bertujuan mengembangkan Mangrove Ecosystem Health Index (MEHI). Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan penerapan MEHI pada Laguna Segara Anakan. Tekanan antropogenik dan sedimentasi menjadi faktor dominan yang memicu degradasi. Akurasi model mencapai lebih dari 70% dengan nilai Kappa 0,72. Pada skala tapak, korelasi antara parameter biofisik dan nilai indeks sangat kuat dengan R² sebesar 0,853. Hasil ini menegaskan bahwa MEHI mampu merepresentasikan kondisi ekologis aktual dengan baik.
Integrasi kedua skala menghasilkan kerangka penilaian yang komprehensif. MEHI lanskap efektif untuk deteksi dini dan pemantauan luas. MEHI tapak berfungsi sebagai verifikasi ekologis. Model ini juga mampu mengidentifikasi area prioritas untuk rehabilitasi. Pendekatan ini penting bagi penguatan konservasi mangrove nasional. Selain itu, model mendukung target Net Sink 2030 dan mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan efektivitas pemantauan ekosistem pesisir.
Yulizar Ihrami Rahmila memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metode kuantitatif berbasis integrasi teknologi dan ekologi. Karyanya memperkuat dasar ilmiah untuk pemantauan mangrove secara nasional. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dan pengelola kawasan pesisir. Penelitian ini juga relevan untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / SDGs yaitu poin 14 yaitu ekosistem lautan dan SDG 15 tentang konservasi ekosistem daratan.

