Mahasiswa Doktor PSL Diseminasi Hasil Penelitian Pengelolaan Pesisir di Kabupaten Tanggamus

Selasa, 27 Januari 2026, mahasiswa program studi Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) angkatan 2022, Septa Riadi, melakukan diseminasi hasil penelitiannya di Kabupaten Tanggamus. Kegiatan ini diselenggarakan atas undangan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Lampung.  Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus, para Kepala Dinas, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh camat di Kabupaten Tanggamus turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan diseminasi ini sejalan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan ke-9 (CPL 9) Program Studi Doktor PSL. Dalam CPL 9, mahasiswa diharapkan mampu mengakselerasi penerapan pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (IPTEKS PSDAL) secara kolaboratif dalam pemecahan masalah. Hal ini mencakup dimensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan dengan berlandaskan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Rekomendasi Pengelolaan Pesisir Tanggamus: Restorasi Ekosistem hingga Ekonomi Biru

Pemaparan yang berjudul “Penguatan Strategi Pengelolaan Pesisir Tanggamus untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat secara Berkelanjutan” . Paparan ini merupakan bagian dari disertasi Septa Riadi. Dosen Universitas Saburai Lampung ini merekomendasikan penerapan pendekatan tata kelola terpadu yang menyinergikan aspek ekologis, ekonomi, sosial, dan kelembagaan.

Prioritas kebijakan utama meliputi program restorasi ekosistem berbasis masyarakat melalui ekorevegetasi mangrove spesies asli dan transplantasi terumbu karang selektif. Program ini didukung melalui pengendalian sumber pencemaran fosfat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Semangka. Selain itu, dilakukan pembangunan infrastruktur pengolahan air limbah terpadu untuk menunjang keberlanjutan lingkungan.

Secara paralel, penelitian juga merekomendasikan implementasi sistem kuota penangkapan berbasis Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB).  Termasuk diversifikasi mata pencaharian berbasis ekonomi biru dan penetapan zona inti konservasi di area dengan tren pemulihan positif. Langkah-langkah ini diperlukan untuk mengatasi kondisi overfishing dan memulihkan stok ikan pelagis secara berkelanjutan.

Langkah-langkah  strategis tersebut diharapkan dapat menciptakan sinergi antara rehabilitasi ekosistem pesisir, penguatan kapasitas adaptif masyarakat, dan keberlanjutan finansial jangka panjang bagi pengelolaan kawasan Teluk Semangka. Hasil penelitian ini direncanakan akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Peraturan Daerah (Perda) terkait pengelolaan wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus.