Mahasiswa Prodi Doktor PSL Tawarkan Model Kebijakan Alokasi Beban Pencemaran Air Sungai Cileungsi

Muhamad Komarudin, mahasiswa Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana IPB University, telah melaksanakan Sidang Promosi Doktor pada Rabu, 6 Mei 2026. Bertempat di Ruang 202, Gedung Sekolah Pascasarjana, Kampus IPB Dramaga Bogor, promovendus mempresentasikan disertasi berjudul “Model Kebijakan Alokasi Beban Pencemaran Air Sungai Cileungsi di Kabupaten Bogor Jawa Barat”. Sidang ini menghadirkan Komisi Pembimbing yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng sebagai ketua, serta Dr. Ir. Moh. Yanuar Jarwadi Purwanto, M.S., Prof. Dr. Ir. Hartrisari Hardjomidjojo, D.E.A., dan Dr. Budi Kurniawan, M.Eng sebagai anggota. Penguji luar komisi terdiri atas Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo, M.S. dan Dr. Muchamad Saparis Soedarjanto, S.Si., M.T. 

Hasil Penelitian Kajian Beban Pencemaran

Dalam disertasinya, Komarudin mengkaji beban pencemaran di Sungai Cileungsi yang dipicu oleh meningkatnya aktivitas domestik, industri, pertanian, peternakan, serta lemahnya pengendalian terhadap sumber pencemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pencemaran air di Sungai Cileungsi tersebar di sembilan wilayah. Kesembilan wilayah tersebut terhubung dengan empat segmen badan air sungai. Beban pencemaran terbesar ditemukan di wilayah hulu.

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa tekanan pencemaran paling dominan berasal dari kegiatan rumah tangga dan industri. Sementara itu, sektor sampah, pertanian, dan peternakan memberikan kontribusi yang relatif lebih kecil. Dari aspek tata kelola, Komarudin mengidentifikasi sepuluh aktor utama dalam pengendalian pencemaran. Hasilnya, pemerintah sebagai aktor paling dominan dalam regulasi, koordinasi, dan penegakan hukum. Di sisi lain, masyarakat dan industri masih sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, meskipun keduanya termasuk penyumbang utama pencemaran air.

Melalui disertasi tersebut, Komarudin menyusun model kebijakan yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengendalian pencemaran air Sungai Cileungsi secara berkelanjutan. Penelitian ini juga dinilai relevan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, poin 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta poin 15 tentang ekosistem daratan.